Good Idea..!

Bussines.. Pleasure.. Technology..

Biak Island


Berikut poto-poto Pulau Biak yang pernah saya abadikan dengan handphone SE K800i, LG KU990 dan Kamera Fuji A250

November 12, 2010 Posted by | Photo Gallery | , , | Leave a comment

Hujaan.. Panaas..


Cuaca di Biak memang aneh. Ga menentu. Mungkin itu juga sebabnya malaria dan flu saling rebutan menjadi “Penyakit of the year” di sini. Gimana ga aneh, seringkali malam-malam sekali or pagi-pagi sekali tiba-tiba turun hujan deras minta ampun, kadang-kadang featuring angin yang lumayan kenceng, serem loh. Nah hujan seperti ini memang sering banget, bahkan hampir tiap hari dan pada waktu-waktu yang cenderung sama yaitu malem banget sampe pagi  hari. Makanya ga aneh, tiap kali saya kembali ke Biak dari Jakarta, (biasanya pesawat yang saya tumpangi landing sekitar jam 6 pagi di Biak), saya pasti disambut dengan hujan. Dulu pertama saya ke Biak, saya sempat GR, saya pikir alam pun turut bersedih atas kepindahan saya ke Biak *lebay* tapi ternyata emang begitu cuacanya setiap saya kembali ke sini.

Nanti begitu hujan reda, muncullah matahari dengan sinarnya yang ganas membara, kadang kulit tangan sampe sakit serasa dicubit. Air-air genangan bekas hujan pun bisa tiba-tiba lenyap menguap. Tanda-tanda bekas hujan langsung tak berbekas. Bayangkan dari udara yang tadinya sejuk cenderung dingin, bisa tiba-tiba berubah panas banget, untung aja ga retak-retak ni badan (emangnya gelas..)

Yang jelas saya senang banget kalo di Biak hujan terus, minimal bisa menurunkan suhu udara yang panas. Terus, saya juga jadi selalu ingat Bogor, secara sama-sama sering turun hujan, mungkin Biak dan Bogor itu semacam sister city kali ya hihihi.. Oh ya saking panasnya cuaca di Biak, saya yang biasanya tidur dengan berpakaian lengkap, kalo di Biak terpaksa tidur berpakaian ala tarzan, di tambah kipas angin gede di depan mata. Walhasil, tiap bangun pagi, perut saya kembung dan mules-mules karena masuk angin. Tapi ga apa-apa deh masuk angin, yang penting tidur malemnya ga kegerahan. Satu hal lagi, kadangkala AC ga ada gunanya di sini, kalah sama udara panas. Di kantor aja, diruangan saya yang ga seberapa besar, dengan AC yang baru pula, hampir ga ada efek dinginnya, cuma kerasa anginnya saja. Kalo pas kebetulan hari hujan, baru akan terasa tuh udara dingin dari AC. Yah itulah, Alhamdulillah banget, Biak masih dikasih hujan yang terus menerus sama Allah, kalo ngga, waduh ga bisa dibayangkan deh hidup disini.. Thanks God for the rain.. everyday.. everywhere..

June 3, 2010 Posted by | Celoteh | , | 2 Comments

Jayapura


Biasanya kalo ada hari libur yang agak panjang (dan persediaan uang blum menipis), saya suka nyempetin diri ke Jayapura. Kalo dari Biak, dapat ditempuh dengan pesawat sekitar 55 menit, kalo dengan kapal penumpang, sekitar 12 jam perjalanan. Sebetulnya asik dan irit itu kalo berangkat pake kapal penumpang, soalnya biayanya Cuma sekitar 200 ribuan sekali jalan, bandingkan dengan naik pesawat yang mencapai 800 ribuan sekali jalan. Terus kalo dengan kapal, kita akan berlabuh langsung di pusat kota Jayapura karena pelabuhannya terletak di jantung kota. Jadi begitu turun dari kapal, kita tinggal jalan kaki saja untuk menuju pusat kota. Sayangnya rute perjalanan Biak-Jayapura tidak setiap hari ada. Satu minggu satu kali saja, yaitu hari Minggu sore, dan akan tiba di Jayapura sekitar Senin pagi. Sementara kapal akan kembali ke Biak, setiap Senin sore saja. Sementara kalo menggunakan pesawat, kita akan landing di Bandara Sentani, yang jaraknya lumayan jauh dari Kota Jayapura, sekitar 2 jam perjalanan dengan mempergunakan taxi, karena harus melalui dua kota yaitu Sentani dan Abepura. Untungnya perjalanan dari Bandara Sentani ke Jayapura, cukup indah. Kita akan disuguhi keindahan danau Sentani yang sangat luas dengan latar belakang pegunungan cyclops yang terlihat mistis karena selalu tertutup kabut.

Pemandangan di kota Jayapura tidak kalah indahnya. Kota teluk yang dikelilingi perbukitan ini cukup besar untuk ukuran kota-kota di Papua. Maklumlah, namanya juga ibukota propinsi. Jalan-jalannya bersih dan luas. Kondisinya cukup ramai. Kadang saya pikir Jayapura malah seperti kota-kota kecil di Jawa, karena saya justru liat mayoritas, pendatang yang berada di kota, sementara penduduk asli papua jarang terlihat. Sepanjang pantai di Kota Jayapura pun enak untuk dinikmati. Kita pun bisa melihat pemandangan kota Jayapura dari kejauhan dengan menaiki bukit terlebih dulu. Oh ya, jalan-jalan di kota Jayapura cenderung naik turun, tidak rata, tapi justru semakin menampilkan pemandangan yang spektakuler. Di malam hari, pemandangan lebih indah lagi, karena kita bisa melihat kerlip lampu rumah penduduk yang berada diperbukitan mengelilingi kota Jayapura. Ah Jayapura, saya selalu ingin dan ingin ke sana lagi.

June 1, 2010 Posted by | Travel & Leisure | , , , , , , | Leave a comment

   

%d bloggers like this: