Good Idea..!

Bussines.. Pleasure.. Technology..

Jayapura


Biasanya kalo ada hari libur yang agak panjang (dan persediaan uang blum menipis), saya suka nyempetin diri ke Jayapura. Kalo dari Biak, dapat ditempuh dengan pesawat sekitar 55 menit, kalo dengan kapal penumpang, sekitar 12 jam perjalanan. Sebetulnya asik dan irit itu kalo berangkat pake kapal penumpang, soalnya biayanya Cuma sekitar 200 ribuan sekali jalan, bandingkan dengan naik pesawat yang mencapai 800 ribuan sekali jalan. Terus kalo dengan kapal, kita akan berlabuh langsung di pusat kota Jayapura karena pelabuhannya terletak di jantung kota. Jadi begitu turun dari kapal, kita tinggal jalan kaki saja untuk menuju pusat kota. Sayangnya rute perjalanan Biak-Jayapura tidak setiap hari ada. Satu minggu satu kali saja, yaitu hari Minggu sore, dan akan tiba di Jayapura sekitar Senin pagi. Sementara kapal akan kembali ke Biak, setiap Senin sore saja. Sementara kalo menggunakan pesawat, kita akan landing di Bandara Sentani, yang jaraknya lumayan jauh dari Kota Jayapura, sekitar 2 jam perjalanan dengan mempergunakan taxi, karena harus melalui dua kota yaitu Sentani dan Abepura. Untungnya perjalanan dari Bandara Sentani ke Jayapura, cukup indah. Kita akan disuguhi keindahan danau Sentani yang sangat luas dengan latar belakang pegunungan cyclops yang terlihat mistis karena selalu tertutup kabut.

Pemandangan di kota Jayapura tidak kalah indahnya. Kota teluk yang dikelilingi perbukitan ini cukup besar untuk ukuran kota-kota di Papua. Maklumlah, namanya juga ibukota propinsi. Jalan-jalannya bersih dan luas. Kondisinya cukup ramai. Kadang saya pikir Jayapura malah seperti kota-kota kecil di Jawa, karena saya justru liat mayoritas, pendatang yang berada di kota, sementara penduduk asli papua jarang terlihat. Sepanjang pantai di Kota Jayapura pun enak untuk dinikmati. Kita pun bisa melihat pemandangan kota Jayapura dari kejauhan dengan menaiki bukit terlebih dulu. Oh ya, jalan-jalan di kota Jayapura cenderung naik turun, tidak rata, tapi justru semakin menampilkan pemandangan yang spektakuler. Di malam hari, pemandangan lebih indah lagi, karena kita bisa melihat kerlip lampu rumah penduduk yang berada diperbukitan mengelilingi kota Jayapura. Ah Jayapura, saya selalu ingin dan ingin ke sana lagi.

Advertisements

June 1, 2010 Posted by | Travel & Leisure | , , , , , , | Leave a comment

Sabda Alam Hotel dan Wisata Air


Saya pernah bilangkan di Garut itu banyak banget wisata alamnya, nah salah satu yang jadi favorit saya adalah Cipanas. Disana terdapat sumber air panas yang saya ga tau asalnya dari mana, secara males nanya-nanya. Yang jelas tempatnya enak banget, dengan udara pegunungannya yang dingin, kontras banget dengan air panasnya yang menyengat, what a perfect collaboration. Di Cipanas banyak terdapat hotel dan penginapan. Mau yang murah ada, tentunya dengan fasilitas seadanya. Tarifnya berkisar 100 ribu sampe 200 ribu permalam. Yang mahal juga banyak, dengan fasilitas resort. Tarifnya paling rendah 400ribuan. Nah, ada satu hotel yang lumayan bagus nih, dan ga terlalu mahal seperti Hotel Tirta Gangga. Namanya Hotel Sabda Alam. Hotelnya bagus, kamar-kamarnya bersih. Penataan kamarnya dibuat mengelilingi kolam renang air panas yang cukup besar, ada perosotan yang meliuk-liuk gitu (apa sih namanya hihihi).  Ada juga kamar-kamar yang berupa bungalow, letaknya di atas danau buatan kayanya. Indah banget. Terus di belakang area hotel, ada taman wisata air, namanya sama, Sabda Alam. Untuk tamu yang menginap di hotel, dapet tiket gratis. Mungkin ini jadi satu-satunya Waterboom di Garut. Modelnya hampir sama dengan waterboom pada umumnya, bedanya disini airnya hangat cenderung panas, jadi enak banget ga akan pernah kedinginan. Makanya taman wisata ini buka sampe malem. Tapi kalo kebetulan siang har matahari bersinar cukup terang, lumayan gerah juga, banyangin aja, udah matahari menyorot dengan kejamnya, eh ditambah air yang kita pake buat berenang-renang, hangat malah kadang panas. Jangan-jangan kalo kelamaan berendam, begitu keluar dari kolam, kita langsung kurus, hihihi. But still, hotel ini memang lumayan banget buat refreshing dengan segala fasilitasnya yang ga terlalu mahal. Very recommended.

June 1, 2010 Posted by | Travel & Leisure | , , , , | Leave a comment

Garut, Switzerland van Java


Garut, salah satu kota favorit saya di Indonesia (ya iyalah di Indon, kalo LN mah saya blom mampu kali..). Udaranya sejuk dan dingin. Fresh banget. Dulu aja, orang-orang Belanda menjulukinya sebagai Switzerland van Java loh. Kalo orang kita malah lebih mengenal Garut sebagai kota dodol ya.  Wilayah Garut dikelilingi gunung-gunung yaitu Gunung Gunung Papandayan, Gunung Guntur dan Gunung Cikuray. Kotanya cukup ramai dan banyak tukang jajanannya. Dan yang penting, murah meriah. Ga bakalan kelaperan lah. Sepanjang jalannya juga bersih. Penduduknya tipikal orang sunda, ramah-ramah.

Tempat wisata di Garut juga banyak, yang terkenal itu pemandian air panas CIpanas, sama Kampung Sampireun, buat yang mo bulan madu cocok banget neh.  Terus ada pusat kerajinan kulit. Kalo mo wisata budaya, bisa ke Candi Cangkuang yang ada ditengah danau. Lumayan banget buat merefresh jiwa dan pikiran kita.

Ada ide untuk jalan-jalan ke Garut ? Cobain deh, ga akan nyesel.

November 30, 2008 Posted by | Travel & Leisure | , , | 2 Comments

Manado, Bandung-nya Indonesia Timur


Manado Town SquarePulau Manado TuaYesus Memberkati

Manado. Gudangnya wanita cantik dari Indonesia Timur. Ga percaya ? sok aja, malem minggu, nongkrong di Mega Mall atau Mantoz, dijamin ga bakalan ngedip deh tuh mata, ngliatin wanita-wanita cantik, putih dan mulus mondar-mandir. Beruntung saya sering ke Manado, lumayan cuci mata. Saya perhatikan, mostly orang-orang Manado itu fashionable banget. Berhubung kulit mereka putih-putih, ya cocok aja sih pake baju ke’ gimanapun. Ga aneh, Manado sering kali dijuluki “Bandungnya Indonesia Timur”.

Selain gudangnya wanita cantik, Manado juga bisa dijuluki  Kota Sejuta Gereja. Dimana-mana, sepanjang jalan bertebaran gereja, jaraknya paling ga sampe seratus meter an. Secara mayoritas penduduknya memang beragama kristen. Tapi yang saya salut, toleransi beragamanya kuat banget, hebat deh, patut dicontoh. Makanya Manado itu kota yang aman dan damai.

Manado juga bersih, udaranya masih segar walaupun suhunya panas, maklum lah kan pinggir laut. Makanannya enak-enak, apalagi Ikan oci pake sambal Dabu, nikmat pisan. kalo kuenya, Klappertart, tiada duanya… Di sana ga ada pedagang kaki lima dan pengemis, kotanya tertata rapi. Pusat kotanya berada sepanjang Boulevard dan jalan Samrat. Dari situ kita bisa lihat laut, sunset, sama pulau Manado Tua. Keren deh.  Tempat wisata di sekitar Manado juga banyak. Kita bisa ke Bunaken (what else?), terus ke Tondano yang indah, atau pun Tomohon yang dingin dan banyak bunganya.

Ada Ide untuk jalan-jalan ke Manado ?

November 30, 2008 Posted by | Travel & Leisure | Leave a comment

Biak Island


dsc00182dsc00187Pantai Maraw

Pasar IkanAir Terjun Warsa

Pernah denger Pulau biak kan ? tapi mungkin ga banyak yang tau dimana persisnya letak pulau tersebut. Nah, dulu, waktu saya mo ditempatkan disini, saya sempet terhenyak (halah..) where is that place ?? tetapi, berkat rasa penasaran yang mendalam dan juga karena bakat (bakat ku butuh, daripada di PHK) akhirnya saya pun meluncur. Sekarang sih saya tau banget Biak itu adanya di propinsi Papua, dan merupakan bagian dari kabupaten Biak Numfor. kalo di peta, pulau Biak itu adanya di atas Pulau Irian, tepat ditengah-tengah lekukan lehernya itu.

Terus terang awal-awal disini, saya shock berat, its very quiet place. sepi banget gitu loh. ga ada mall, ga ada cinema, ga ada kolam renang, ga ada dufan, ga ada kereta api, ga ada artis2 ibukota (ko?). yang banyak itu panti pijat, toko-toko kelontong dan yang selalu hadir dipelosok-pelosok kecamatan (saingannya telkomsel) yaitu Rumah Makan Padang. Oh ya, jangan bayangkan penduduk Biak itu primitif ya, soalnya disini justru lebih banyak pendatang, karena Biak kan pangkalannya TNI, jadi kehidupan penduduk asli nya pun dah membaur dengan para pendatang. Ga ada yang pake koteka dan sejenisnya.

Sekarang setahun tlah berlalu, dan segala shock sudah mereda. Ternyata saya bisa juga menikmati Biak, banyak hal menarik yang saya temukan, dan yang pasti kesimpulan saya, Biak is wonderful Island, bersih banget dan sangat subur. Pemandangannya ? bagus ko, especially its beaches. pantainya keren-keren, airnya jernih banget, pemandangan bawah lautnya ok banget, Bunaken mah lewat.

November 29, 2008 Posted by | Travel & Leisure | 8 Comments

   

%d bloggers like this: