Good Idea..!

Bussines.. Pleasure.. Technology..

Peningkatan Status Girik menjadi Sertifikat


Banyak diantara kita mungkin yang masih mempunyai tanah dengan status girik. Untuk masa sekarang hal ini tentunya menjadi sangat riskan sekali, karena girik sebagai bukti kepemilikan tanah dianggap kurang kuat secara hukum, karena hanya tercatat di kelurahan saja, sehingga harus ditingkatkan statusnya menjadi sertifikat sehingga tercatat di BPN. Peningkatan status ini tentunya akan mempengaruhi nilai tanah secara keseluruhan. Nilai jual menjadi lebih tinggi dan kita juga merasa lebih aman bila mempunyai bukti kepemilikan berupa SHM.

Berikut beberapa langkah dalam meningkatkan status Girik menjadi sertifikat :

1. Membuat surat pengantar dari RT,RW, lurah atau camat. (pasti ada biayanya, bisa di negosiasi)

2. fotocopy akta jual beli + girik letter C

3. datang dan mendaftar ke BPN

4. Isi formulir pendaftaran ( sptnya ada biaya formulir juga..cmiiw)

5. tanda tangan panitia (???..nah soal panitia ini mungkin lebih jelas kalau nanti tanya di BPN).

6. tanda tangan tetangga yg rumahnya berdekatan/berbatasan dgn tanah girik dimaksud.

7. pengukuran tanah oleh pegawai BPN.

8. selama 3 bulan tanah/rumah kita di umumkan/lelang dengan maksud untuk melihat apakah ada yg melakukan klaim atau tidak. klo tidak ada yg protes/tdk dalam sengketa maka SHM akan terbit.

9. Biasanya SHM akan selesai dalam jangka waktu 1 tahun.

utk biaya-biaya pengurusan mungkin pastinya bisa ditanyakan ke BPN, karena tidak pernah ada kepastian. Jangan terkecoh dengan tarif yang tercantum di kantor-kantor BPN, itu cuma tarif resmi saja🙂 atau kalau ga mau repot biasanya via notaris juga bisa, tapi tentunya lebih mahal.

Untuk memohon hak atas tanah terhadap girik, langkah yang perlu dilakukan adalah :

a. Mintalah girik asli dari penjual dan pastikan nama penjual yang tercantum dalam girik tersebut = nama orang yang tercantum dalam Akta Jual Beli (AJB). Apabila tidak, harus ada hubungan hukum antara si penjual dengan orang yang tercantum dalam girik tersebut. Biasanya hubungan ini harus dapat ditunjukkan dengan dokumen tertentu, misalnya akta wasiat, akta keterangan mengenai keahliwarisan, surat kuasa atau putusan pengadilan.

b. Pastikan objek tanah tsb = yang dimaksud dalam girik, kemudian kuasai secara fisik dengan tanda batas yang jelas.

c. ajukan permohonan hak atas tanah tersebut langsung ke Kantor Pertanahan setempat dengan tahapan secara umum:

* Pengukuhan fisik tanah dilanjutkan dengan pembuatan Gambar Situasi

* Penelitian dan pembahasan Panitia A

* Pengumuman atas permohonan tsb

* Penerbitan Surat Keputusan Pemberian Hak

* Pencetakan Sertifikat Tanah

Secara teori, total waktu yang dibutuhkan kurang lebih sekitar 90 hari, biasanya satu tahun. Biaya pemasukan ke Kas Negara sekitar 5% x NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) x luas tanah, ditambah dengan biaya operasional petugas lapangan.

Demikian sekedar informasi, mudah-mudahan bisa berguna bagi siapa saja yang membutuhkan.

June 3, 2010 - Posted by | All About Tanah

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: