Good Idea..!

Bussines.. Pleasure.. Technology..

Proses Pembuatan Sertifikat Tanah


Saya yakin, setiap orang dewasa pada akhirnya akan berurusan dengan hal-hal yang menyangkut tanah termasuk sayayang sempat dipusingkan dengan urusan jual beli tanah dan pembuatan sertifikatnya. Untuk itu, sebagai bahan referensi, saya posting ulang  beberapa  tulisan yang saya copy paste dari internet. Mohon maaf buat penulis asli, saya hanya ingin membagi pengetahuan saja, bukan bermaksud menjadi plagiat, mengingat begitu banyaknya orang di luar sana yang masih awam akan masalah pertanahan ini .  Ok, disini saya pengen share sebuah tulisan mengenai Proses Pembuatan Sertifikat Tanah. 

Untuk proses pembuatan sertifikat tanah, disarankan pemilik mengurus sendiri, dari segi biaya harusnya lebih murah, dari segi pengalaman mengurus sendiri tidak sesulit yang orang bicarakan. Langkah-langkah yang disarankan adalah :

1. Siapkan dokumen yang dibutuhkan.

– Akta Jual Beli

– Foto copy KTP & Kartu Keluarga

– Semua dokumen yang berhubungan.

– Foto copy girik yang dipegang

– Dokumen tambahan dari kelurahan

2. Kunjungi BPN yang ditunjuk sesuai wilayah anda.

3. Di BPN,

– beli formulir pendaftaran nanti dapat map warnanya biru dan kuning.(uang ini masuk ke negara)

– minta tolong kepada petugas untuk memeriksa kelengkapan dokumen yang telah kita bawa.

– minta kepada petugas untuk mengukur objek tanah/rumah kita, janjian sama petugas ukur BPN.

4. Petugas ukur yang datang biasanya berjumlah 3-4 orang, sediakan dana sukarela

5. Biasanya dokumen yang kurang berada dikelurahan, oleh karena itu kita harus ke kelurahan.

Usahakan ke tempat ini hanya sekali, sehingga biaya yang dikeluarkan tidak berlebih. Untuk itu buat daftar dokumen yang akan diminta.

Masalah biaya biasanya berkisar 7,5% dari NJOP. Lagi-lagi biaya ini adalah biaya sukarela juga.

Kenapa harus ke kelurahan ?, karena dokumen yang kita pegang juga ada di kelurahan. Nah untuk membuat sertifikat, seluruh dokumen tersebut harus diserahkan ke BPN juga.

6. Jika seluruh dokumen terkumpul semua, silakan menuju BPN lagi.

7. Serahkan seluruh dokumen ke loket yang disediakan lalu anda akan menerima tanda terima penyerahan dokumen.

8. Tanya berapa lama harus menunggu untuk sertifikatnya terbentuk.

9. Setelah mendapatkan jawaban, tunggu deh, sebaiknya setelah melewati masa menunggu seperti yang diberitahukan oleh BPN, hubungi orang BPN tersebut mengenai statusnya.

Mengapa biaya notaris ppat mahal ? katanya sih karena yang ngurus bukan orangnya langsung, maka pada saat si orang notaris ke BPN, biayanya bisa 2x lipat jika dibandingkan urus sendiri.

Biaya yang tadinya hanya Rp.25ribu, bisa Rp.50ribu.

Pilihan anda yang disarankan ada 2 yaitu :

1. Urus sendiri atau

2. Dengan Bantuan Notaris PPAT

Jangan menggunakan jalur yang tidak jelas, apalagi menyuruh orang yang tidak jelas seperti menyuruh orang kelurahan.

(thanks to author wherever you are)

June 1, 2010 - Posted by | All About Tanah | , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: